Hasil Audiensi Arkimandrite VII

Atas nama Gereja Kudus, dihadapan Diakon Agung dan para biarawan Opus Dei.

PASAL I

Para biarawan menjaga diri dari segala perbudakan informasi, seperti internet dan televisi. Kegiatan Opus Dei harus terkontrol dalam kehidupan membiaranya dan tidak meninggalkan aturan-aturan Liturgia Horarum.

– mengusahakan agar tidak terlalu kontras dalam kehadirannya di lingkungan sekuler.

– menjaga autoriti Gereja dengan mengontrol nafsu agar tidak terjerumus dalam skandal paedofilia, dan seluruh kegiatan yang mencoreng Gereja Kudus.

PASAL II

– Peralihan seorang abbas komunitas harus disetujui oleh konggregasi komunitas yang meminimalkan 2/3 anggota konggregasi.

– Penentuan seorang biarawan menjadi abbas harus dilakukan sidang Dewan Abbates yang dipimpin utusan Patriakh dan Diakon Agung.

– Standar penentuan abbas ditentukan oleh Dewan Abbates.

PASAL III

– Seluruh rekomendasi peralihan abbas dibicarakan secara kontensional diluar biara.

– Pembicaraan mengenai perubahan Regula tidak akan diindahkan sesuai dengan ketentuan Roma.

– Pembentukan sistem baru yang disarankan dari Ukraina untuk Dios Kepatriarkhan Sumatera dan Indonesia tidak disetujui.

25 April 2010, Delitua, Sumatera Utara.

Konggregasi Biarawan Senior-Archimandrite OCSC

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s