Perceraian menurut Kristiani dan Yahudi dan Islam.

“Jangan menginginkan rumahnya sesamamu. Jangan menginginkan isterinya atau hamba-hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan atau lembunya atau keledainya atau apapun yang dipunyai sesamamu”. (Keluaran 20: 17)
“Barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzina dengan wanita itu dalam hatinya” (Matiuz 5:28)

Berbicara tentang Tauhid, para quraish dan ulama Islam selalu mengatakan bahwa Islam adalah agama tauhid dan menjunjung tinggi hak wanita namun nyatanya sebaliknya, merek memperbudakkan wanita dengan sistem perceraian dan poligami.
Namun, perlu diperjelas bahwa ayat dari Kitab Keluaran itu dititahkan Allah kepada Musa karena jelas disekeliling bangsa Yahudi, dosa-dosa orang Moab, Arab, Mesir, Kanaan, Babel,dll penuh dengan nafsu syahwat dan peperangan dan penyembah berhala. Mereka merupakan kekejian bagi Allah.
Demikian disampaikan kepada Musa oleh TUHAN ALLAH melalui Sepuluh Perintah Allah yang merupakan sumber ketauhidan Yahudi dan Nasrani untuk tidak menginginkan istri atau wanita apalagi dengan nafsu untuk merampas harta, budak dan memperlakukan manusia secara amoral.
Patutlah kita harus jeli membaca alquran supaya jelas bahwa Muhammad sekali lagi membenarkan perceraian dan poligami. Alquran Surah al-Mumthanah:10-13 jelas menuliskan bahwa Muhammad dapat dengan mudah memperoleh istri dan wanita lain sekalipun itu dari orang kafir. Pemaksaan perkawinan ini jelas dilegalkan oleh sang nabi. Dituliskan pada ayat itu “…. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada suami-suami mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka….”
Tuhan Mahaadil telah menurunkan titahNya bagi bangsa Yahudi yang dipegang teguh oleh umat Kristiani bahwa cerai pun tidak boleh dilakukan itu sudah dikatakan sebagai perzinahan. Bahkan, alquran sendiri menuliskan pembenaran untuk bercerai dan mengizinkan istilah “zinah halal utk wanita non muslim supaya diajak nikah”. Bagi kaum Muslim dan Kristiani silahkan baca dengan jelas Surah ath-Thalaq (65):1-12, dan at Tahrim (66):5. Dengan intrik palsu itulah dapat menikahi banyak istri org lain spt Aisyah, Maryam, Hafsah, dll. Sunguh terkutuk, ALLAH jijik dengan zinah manusia yg dihalalkan agama!
Kesimpangsiuran itulah yang menedahkan hak wanita jelas tercatat di an Nisaa’: 24, ath Thalaq, al Ahzab: 49-52. Sungguh berseberangan dengan ajaran Musa yang dipegang teguh oleh kaum Yahudi dan ajaran Gereja yang tidak membenarkan perceraian dan zinah dengan menikahi banyak istri.
Masihkah Anda sebagai orang Kristen tidak mempercayai hukum Sepuluh Perintah Allah? Masihkah Anda sebagai muslim atau mualaf mempertahankan iman sesat Islam yg izinkan zinah, cerai dan poligami?
Bertobatlah, ikutilah jalan Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup.

Salam Arkhimandrite,

Pusat Penelitian Fiqih Islam

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s