Tahan Uji atau Tahan Godaan

digoda-setanInjil Santo Lukas 4: 1-14 menceritakan tentang bagaimana kita harus menahan diri dan menunjukkan keperkasaan ALLAH dalam diri kita dan berani memanggul salib ketika banyak ujian dan godaan yang menghadang kita.

ALLAH ingin menunjukkan sisi kemanusiaanNya kepada manusia itu sendiri karena manusia adalah segambar dan secitra dengan ALLAH. Maka ALLAH menunjukkanNya kepada manusia melalui keperkasaan YESUS KRISTUS ketika dalam pencobaan. BUKAN berarti ALLAH itu dicobai oleh iblis, tetapi karena sisi kemanusiaan YESUS lah yang membuat iblis berani mencobai ALLAH itu sendiri. Karena sifat-sifat iblis adalah suka mencobai ALLAH.

Ayat 3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Ayat 4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

Dari kedua ayat ini, termaktub bahwa hal “INSTAN”, mengapa? Karena iblis menganjurkan hal yang instan dengan mengubah batu menjadi roti. Semua yang instan berasal dari iblis. Contohnya: ketika ingin naik jabatan, bukannya menunjukkan loyalitas dan kualitas dalam pekerjaan tetapi dengan memberikan suap dan sogokan ke sana ke mari maka naik jabatannya; mencuri dan merampas hak orang hanya untuk memuaskan nafsu belanja dan foya-foya; melakukan korupsi untuk dapat membangun rumah dan menunjukkan kekayaan serta supaya masuk dalam golongan elite atau sosialita lainnya; pernikahan yang instan yang gampang cerai juga bersumber dari godaan wanita atau pria tampan yang hanya tampak luar; dan lain sebagainya.

Ayat 5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Ayat 6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Ayat 7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Ayat 8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Dari keempat ayat Injil ini menunjukkan bahwa manusia sungguh terlalu lemah karena kemiskinan, kurang percaya diri, nafsu untuk menguasai, nafsu untuk menang, dan lainnya sehingga manusia selalu mengundang godaan bukan iblis itu saja yang menggoda melainkan manusia lah yang sering mengundang untuk menyembah iblis. Menyembah iblis dengan mendewakan uang, memuliakan jabatan, mentuhankan istri dan harta, keras kepala, judi, pelacuran, homoseksualitas, fikiran-fikiran kotor, nonton film-film porno, mabuk-mabukan, suka minum alkohol walau tidak mabuk, suka marah-marah, dengki dan iri terhadap orang lain banyak lagi hal yang mendewakan iblis dalam sehari-hari.

Ayat 9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, Ayat 10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, Ayat 11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Ayat 12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Dari keempat ayat Injil ini menjelaskan bahwa kelemahan manusia adalah menunjukkan kehebatannya, keegoisannya, kesokmahatahuannya, dan keperkasaannya. Mengapa? Ini ditunjukkan YESUS karena iblis melihat bahwa YESUS adalah yang segalaNya dalam seluruh alam semesta ini. YESUS ingin menunjukkan bagaimana merendahkan diri dan hati, serta bagaimana menahan sikap sekalipun mampu dan perkasa. Apabila YESUS mengiyakan DIA jatuh dari bubungan itu, maka seluruh masyarakat yang melihat menyatakan DIA hebat dan menyembah DIA, tetapi fikiran ALLAH tidak seperti itu.

Kita sering mencobai ALLAH dengan kesoktahuan kita, keinginan-keinginan kita yang tidak teratur, ketidakpercayaan kita terhadap apa yang difirmankanNya, kekurangpuasan kita terhadap apa yang kita punya.

MAKA, tunduklah kepada Otoritas Kekuasaan Surga dengan bimbingan ROH KUDUS ALLAH, penuhi perjalanan hidup dengan mengikuti TAURAT ALLAH dan berlakulah sebagai Anak Allah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s