Glosolalia (Bahasa Roh)

Gereja-gereja modernitas seperti Gerakan Kharismatik dan Aliran Roh Kudus, selalu mengklain bahwa mereka dianugerahi Allah untuk “berbahasa lidah”. Gereja-gereja seperti: Gereja Bethel, Gereja Bethany, Gereja Kemenangan Injil Indonesia, Gereja Mawar Sharon, Gereja Tiberias, Gereja Pentakosta, dan banyak ratusan gereja yang menganut “kefahaman” Aliran Roh Kudus dan Kharismatik menggembar-gemborkan ke-sangat-penting-an untuk berbahasa roh di dalam gereja mereka.

Bahasa Roh adalah bagian dari karunia Roh yang disebutkan dalam 1 Korintus 12:10.

1Co12_10

Bahasa roh adalah bahasa yang diucapkan oleh Roh Kudus yang ada di dalam diri orang Kristen yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sejarahnya, gereja-gereja karismatik dan Aliran Roh Kudus akan selalu menjurus kepada Kisah Para Rasul 2;1-10 dan 1 Korintus 14: 1-25. Kedua bagian inilah yang menjadikan dasar atas “pengagungan” bahkan keharusan untuk berbahasa lidah.

Firman ALLAH di dalam Alkitab tidak pernah di batalkan, dan sampai sekarang segala karunia dan kuasa TUHAN tetap dicurahkan, termasuk bahasa roh. Karena bahasa roh merupakan karunia (pemberian) maka TIDAK semua orang Kristen dapat atau menerima karunia berbahasa roh, sperti halnya karunia-karunia Roh yang lain (1 Korintus 12:1-11). Orang Kristen bisa memiliki karunia bahasa roh ini sepenuhnya terserah kepada Otoritas ALLAH Bapa di surga, bukan atas permintaan atau keinginan pribadi.

BAGIAN I- Kisah Para Rasul 2:1-13

Ayat 2 dan 3 dituliskan “……bunyi sperti tiupan angin keras…” dan “…….lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing” Ac2_1

Dua hal inilah tanda kehadiran Roh Kudus pada saat hari raya Pentakosta Yahudi  yaitu “angin kencang dan api”. Kehadiran angin dalam tiang awan juga dapat dilihat pada Kitab Keluaran 13:21-22 dan api pada semak belukar yang tidak terbakar dalam Kitab Keluaran 3:1-5.

Ayat 6 “….Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri”.

Ac2_5

Pekerjaan Roh Kudus adalah Karya Nyata ALLAH. ALLAH memakai pekerjaan Roh Kudus yang mengubah lidah para rasul yang tidak dapat memahami bahasa yang diberikan Roh Kudus itu namun orang-orang yang disekitarnya dapat memahami bahasa yang dikerjakan Roh Kudus itu. Jadi pekerjaan Roh Kudus itu sebenarnya bukan tidak dapat difahami tetapu dapat difahami. Inilah yang ditekankan pada 1 Korintus 14.

Ayat 9-11 jelas menuliskan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti oleh para rasul dimengerti oleh orang-orang yang disebutkan pada Kisah Para Rasul 2:9-11 tersebut.

Ac2_9

Jadi bahasa roh BUKAN yang disengaja dibuat-buat supaya indah padahal TIDAK dapat dimengerti olehnya dan orang disekelilingnya sehingga seperti BUALAN-BUALAN DOA.

BAGIAN II – 1 Korintus 14:1-25

Aya 2 Bahasa roh tidak dapat dipahami karena Roh itu sendiri bukan “roh” yang berbicara, namun disini ditekankan bukan untuk berbahasa roh dan bukan untuk pribadi sendiri. Ayat 2 ini terlihat kontradiktif dengan ayat 3-5 dimana berbahasa roh tidaklah sangat penting. Apalagi untuk zaman sekarang ini, pemahaman akan SABDA ALLAH sudah lebih dinyatakan ALLAH melalui terjemahan-terjemahan Alkitab ke berbagai bahasa di dunia. Jadi, penerimaan akan Firman ALLAH bukan lagi ditekankan pada bahasa roh, melainkan nubuat yang membangun jemaat. Dan, lagipula bahasa roh bukan untuk orang yang beriman melainkan untuk orang yang tidak beriman.

Ayat 6 dengan tegas dikatakan “APA GUNANYA BAGIMU BAHASA ROH ITU BILA TIDAK ADA PENYATAAN ALLAH DISAMPAIKAN ATAU PENGETAHUAN ATAU NUBUAT ATAU PENGAJARAN?” Jadi jelas, gereja-gereja yang menekankan berbahasa roh itu menjadi keharusan dalam ibadahnya SANGAT SALAH karena tidak ada penyataan ALLAH, pengetahuan keimanan, atau nubuat bahkan pengajaran. Gereja-gereja demikian itu hanya LATAH dalam berdoa sehingga menafikkan ibadah itu menjadi BUALAN-BUALAN DOA saja yang seolah-olah bahasa roh mereka itu membangun jemaat padahal TIDAK ada sama sekali, itupun harus disokong dengan semangat khotbah yang berapi-api.

Ayat 9 juga SANGAT menandaskan bahwa SIA-SIA lah berbahasa roh yang tidak dimengerti orang; dengan banyak gereja-gereja karismatik dan aliran roh kudus lainnya menggunakan bahasa akal pikiran itu untuk menyamakannya menjadi bahasa roh.

Bahasa roh akal pikiran ini diucapkan dari akal pikiran karena bermacam-macam sebab, mulai dari tuntutan ajaran gereja, keinginan yang kuat bisa berbahasa roh, malu terhadap orang lain jika tidak bisa berbahasa roh, termasuk juga untuk kebanggaan diri supaya semua orang melihat bahwa dia memiliki karunia berbahasa roh.

Ciri khas bahasa roh ini memiliki pola tertentu misalnya AB AB AB AB atau LM LM LM seperti “BALA BALA BALA” artinya mendatangkan kehancuran, “RABA RABA RABA” yang tidak ada artinya, lafal bahasa Cina yang tidak jelas seperti “Cha, Cha, Cha” yang artinya teh, teh, teh atau “Zhai ya, Zhai ya, Zhai ya”, lafal bahasa India yang aneh “SIYARAYA KURA MATA” atau ” YA RAMA YA TA MATA” padahal ini adalah lafal Pemujaan untuk Sri Rama, dewa Hindu; terserah dari keinginan pribadi yang mengucapkannya. Ketika sudah menjadi kebiasaan, maka ini menjadi semacam refleks yang muncul ketika berdoa, sehingga orang berfikir bahwa itu Roh Kudus yang berbicara, padahal hanyalah “LATAH” kata yang dipelajari dan kemudian diulang-ulang setiap kali berdoa seperti mengucapkan mantera-mantera seperti kebiasaan Buddhis dan Hindu. *) Gereja Bethel, Gereja Bethany, Gereja Mawar Sharon mengundang jemaahnya untuk mempelajari bahasa roh PADAHAL bahasa roh itu TIDAK dapat dipelajari.

Bahasa akal pikiran ini sama sekali tidak memiliki kuasa roh apapun dan hanyalah sebuah ritual agama yang sia-sia diucapkan di udara. Akan tetapi, setiap orang yang mengucapkan bahasa akal pikiran tapi mengatakannya sebagai Bahasa Roh Kudus, dia sedang melakukan PENIPUAN di hadapan Roh Kudus, dihadapan Tuhan Yesus, di hadapan ALLAH Bapa, di hadapan seluruh para malaikat, dihadapan jemaah Tuhan, termasuk di hadapan setan-setan yang memang mengerti akan bahasa surgawi. Dan SETAN lah yang paling suka terhadap penipuan di dalam gereja-gereja saat ini yang dilakukan ditengah-tengah ibadah dan persekutuan jemaat karena Hukum Roh  langsung berlaku, yaitu di dalam diri orang tersebut terbuka celah roh yang lebar sehingga iblis punya hak legal untuk masuk dan mendatangkan berbagai penderitaan dan dukacita. Yang paling menyedihkan dari tindakan PENIPUAN di dalam ibadah itu adalah Firman TUHAN menyatakan “Penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan ALLAH” (1 Korintus 6:10)

Ayat 10 menjelaskan bahwa ketika berbahasa roh orang yang disekeliling harus mampu mengerti akan apa yang dimaksudkan dalam bahasanya, sama dengan kejadian di Kisah Para Rasul 2.

Dan dijelaskan oleh Santo Paulus dalam ayat 11- 17 menyatakan dengan jelas kegunaan dari bahasa roh yang TIDAK dapat dipelajari atau dihafalkan atau pun dicoba-coba dan itu harus membangun jemaat, jadi kalau tidak membangun jemaat TIDAK ada faedahnya.

Ayat 19 SANGAT ditekankan bahwa bukan dengan ribuan kata bahasa roh itu saja yang diperlukan melainkan kalimat singkat dalam doa saja yang dapat membangun jemaah yang sangat disukai TUHAN ALLAH.

Ayat 20- 23, ditekankan oleh Santo Paulus bahwa buat apa mencoba-coba untuk berbahasa roh dalam pertemuan jemaah padahal kenyataan membuat orang-orang tersandung karena KETIDAKFAHAMAN akan bahasa yang diucapkan si pembahasa roh itu. dan  ayat 24-25 dijelaskan bahwa kita semua haruslah bernubuat dan minta penerangan ALLAH supaya kita mampu berbuat kebajikan, dan melakukan buah-buah Roh Kudus.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s